Semua Tumbuhan Mampu Hidup di Planet Lain ?

Posted in Astronomi on November 9, 2009 by wong168

Semua Tumbuhan yang ada di planet bumi mampu hidup dan melakukan adaptasi di planet selain bumi kita asalkan adanya composisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut untuk hidup , Penelitian komposisi pada tumbuhan bisa mengunakan teknologi Hydroponik dan rumah kaca dimana rumah kaca ini digunakan untuk bisa menahan alur oksigen yang keluar pada tanaman jika tanaman itu sedang melakukan fotosintetis.

Komposisi Perawatan Tumbuhan diluar angkasa hanya membutuhkan sedikit Oksigen dibandingkan hasil oksigen yang dihasilkan oleh Tanaman tersebut fenomena ini bisa anda dapatkan pada saat anda di daerah yang penuh dengan tumbuhan dimana kualitas udara akan sangat berbeda dengan keadaan yang ada di daerah perkotaan.

image008

Dengan Rumah Kaca buatan maka si tumbuhan pun akan bisa bertahan hidup dimana ruangan kaca ini harus di design mampu menghalau sinar UV atau Sinar lainnya yang berlebihan dengan cara membuat lapisan kaca Film seperti Lapisan Pada Atmosfir bumi kita ini , teknologi yang ada saat ini sudah ada dimana teknologi kaca Film yang ada bisa disesuaikan untuk kondisi di luar angkasa sehingga mampu menyaring cahaya yang tidak baik untuk tanaman.

Pengaruh Adaptasi pada tanaman akan terjadi jika daya gravitasi berbeda dengan ada yang dibumi maka tanaman akan bertambah 4 kali tinggi dan besar atau menjadi lebih kecil sesuai dengan daya gravitasi yang ada , Teknologi yang ada saat ini pun sudah bisa digunakan untuk membangun ekosistem hutan pada Bulan ataupun Planet Mars, Tanaman tidak akan bisa hidup jika tidak adanya Gaya Gravitasi ( Buatan Ataupun Bukan Buatan) maka dalam menciptakan Oasis pada Ruang Angkasa anda membutuhkan Gaya Gravitasi untuk menumbuhkan Tanaman.

Komposisi udara pada Rumah kaca ini bisa anda lakukan dengan menyamakan komposisi udara yang ada di planet bumi kita ini dimana 30 % Oksigen , 70 Nitrogen dan material lainnya , Saat saya melihat alur siklus pada bumi kita ini dimana alur siklus hujan dimana air yang digunakan oleh hujan adalah air yang sama yang mengalir dari gunung hingga kelaut dan akan terus berulang .

Siklus air ini saat saya perhatikan jumlah keseluruhan air yang ada dibumi adalah tetap sama dimana jumlah yang terbesar ada di lautan dan pada lapisan ES Kutub Utara dan Selatan, debit air yang ada di Bumi Jumlah nya tetap sama dimana ini bisa kita semua ambil kesimpulannya bahwa dengan debit air yang kita bawa ke luar angkasa sebesar 200 liter maka jumlah tersebut akan tetap sama jika kita mengunakan siklus air sama dengan yang ada di bumi kita ini dimana jumlah air pun tidak akan pernah berkurang akan tetap sama yaitu 200 liter air.

Dengan Kesimpulan ini maka manusia pun akan tetap bisa hidup pada planet lain dengan membawa air dan udara dengan jumlah yang tetap sama bahkan tidak perlu dilakukannya penambahan Jumlah Air & udara karena jika kita mempelajari siklus bumi anda pun akan memahaminya bahwa kuantitas air dan udara akan sama hanya diperlukan Suatu Kondisi yang sama dengan yang ada pada bumi kita ini, saya yakin teknologi yang ada saat ini anda semua sudah memahami bagaimana siklus udara dan hujan yang ada dibumi kita ini.

Tumbuhan & Hewan mampu melakukan adaptasi diluar pikiran manusia dimana hewan dan Tumbuhan hanya membutuhkan air dan sumber panas pun hidup walaupun tidak ada nya cahaya hewan & tumbuhan masih akan tetap hidup dan melakukan adaptasi sesuai dengan Lingkungan yang ada, Jangan kan di planet lain di dasar lautan terdalam pun masih ada kehidupan dimana Hewan & Tumbuhan yang ada di dasar Lautan mampu beradaptasi sesuai dengan keadaan Lingkungannya.

Sumber: Unic77

Ada Kembang Api di Langit 20-40 Juta Tahun Lagi

Posted in Space on November 9, 2009 by wong168
Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya kita berada. Tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler di langit.
Objek tersebut diberi nama Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda. Sejak ditemukan, para astronom masih berdebat apakah awan tersebut benar-benar mendekati galaksi Bimasakti atau menjauhinya.
Rekaman data yang ada selama ini masih terbatas dan tidak jelas apakah objek tersebut bagian dari kabut Bimasakti atau masih bergerak ke arahnya. Sejauh ini, para peneliti hanya mendeteksi gas dan tidak ada satupun bintang di dalamnya. Satu-satunya cara melihtanya adlah dengan teleskop radio karena gas dingin tidak memancarkan cahaya, tetapi memantulkan gelombang radio.
Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Dari kepala ke ujung ekornya cukup untuk menyelimuti rasi bintang Orion.
[cosmos05_06.jpg]
Hasil pengamatan baru menggunakan teleskop radio terkendali paling besar di dunia, Teleskop Green Bank (GBT) di Virginia Barat, AS, menunjukkan bahwa objek tersebut bergerak ke arah galaksi Bimasakti. Bahkan, seperti dilaporkan gabungan tim astronom dari Observatorium Astronomi Radio Nasional AS (NRAO) dan Universitas Winconsin Whitewater dalam pertemuan Masyarakat Astronomi Amerika ke-211 di Austin, Texas baru-baru ini, gaya dorongnya telah menyentuh kabut Bimasakti.
“Jika tabrakan terjadi, hal tersebut akan memicu lahirnya formasi bintang-bintang baru. Akan banyak bintang raksasa yang terbentuk, berumur pendek, dan meledak sebagai supernova yang memancarkan cahaya menyilaukan,” ujar Ketua tim peneliti, DR. Felix Lockman, dari NRAO.
Sebab, Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya. Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti.
Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer perdetik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat. Tabrakan akan terjadi di pinggir piringan Bimasakti yang jarak ke pusatnya hampir sama dengan jarak tata surya kita ke pusat galaksi. Namun, posisinya jauh dari tata surya kita, diperkirakan berjarak 90 derajat terhadap pusat piringan. [ kompas.com ]
“Kami tidak tahu dari mana asalnya, apalagi orbitnya membingungkan, namun kami katakan bahwa ia mulai berinteraksi dengan bagian terluar Bimasakti,” tandas Lockman.
Sumber: Unic77

Ruang Angkasa dengan Teleskop Hubble

Posted in Space on November 9, 2009 by wong168
Gambar-gambar berikut yang diambil menggunakan teleskop Hubble yang telah diremajakan menunjukkan beberapa peristiwa yang terjadi di ruang angkasa dengan tampilan indah dan berwarna, menampilkan peristiwa mendidihnya galaksi, ledakan bintang-bintang, sampai tampilan nebula yang bercahaya.
Ini adalah foto-foto detail pertama yang dihasilkan menggunakan teleskop Hubble sejak teleskop canggih ini diperbaiki pada bulan Mei lalu dengan kualitas gambar yang lebih tajam dari foto-foto sebelumnya yang pernah diambil.
Gambar-gambar yang ditampilkan meliputi pemandangan galaksi luas yang penuh warna, kumpulan bintang, sampai nebula berbentuk kupu-kupu yang terjadi dari ledakan gas sebuah bintang yang memudar.
Setelah dilengkapi dengan berbagai instrumen yang dipasang selama lima kali perjalanan luar angkasa, Hubble jadi lebih sensitif dan bisa menangkap hampir segalanya yang ada di ruang angkasa, mulai dari cahaya ultraungu sampai dengan cahaya inframerah.
“Ini menandakan sebuah awal baru teleskop Hubble,” kata Ed Weiler, assosiate administrator dari Direktorat Misi Ilmiah NASA. “Teleskop ini telah didandani sedemikian rupa sehingga menjadi lebih powerful dari sebelumnya dan siap digunakan sampai dengan dekade selanjutnya,” katanya lagi.
Sejak diluncurkan tahun 1990, gambar-gambar yang dihasilkan dengan menggunakan teleskop Hubble menjadi semacam ikon sejarah terpenting dalam fotografi luar angkasa. Pihak NASA menyampaikan bahwa teleskop ini harus bisa digunakan setidaknya sampai tahun 2014, sebelum digantikan oleh perlengkapan akan diluncurkan selanjutnya yang diberi nama James Web Space Telescope.
Foto-foto

NGC 6302, sebuah benda luar angkasa berbentuk sayap kupu-kupu,
adalah gas yang mendidih pada suhu lebih dari 36.000 derajat Fahrenheit
Dua tampilan berbeda ledakan bintang pada nebula Carina.
Gambar atas adalah foto ‘telanjang’ sedangkan gambar bawah adalah dengan cahaya inframerah.
Planet Yupiter yang berukuran 1.317 kali volume bumi.
Teleskop Hubble menangkap gambar noda gelap pada bagian bawah
yang diperkirakan merupakan bekas tabrakan dengan sebuah komet.
Bentrokan antar anggota galaksi Stephan’s Quintet, yang menampilkan deretan warna
mulai dari yang termuda, berwarna biru, sampai yang tertua, berwarna merah.
Stephan’s Quintet, yang dikenal juga sebagai Compact Hickson Group 92,
sesuai namanya, adalah sebuah kelompok galaksi yang terdiri dari lima buah galaksi.

Omega Centauri: Hubble menangkap pemandangan penuh warna dari 100.000 bintang

yang berada di bagian inti padat sebuah cluster bintang raksasa.
Gambar di atas mengungkapkan sebuah area kecil yang berada di dalam gugusan Omega Centauri,
terdiri dari hampir 10 juta bintang.
Barred Spiral Galaxy NGC 6.217: Ini adalah gambar objek langit pertama yang diambil
menggunakan Advanced Camera for Surveys (ACS) yang baru saja diperbaiki
yang ada pada bagian atas teleskop Hubble.

Gravitational Lensing in Galaxy Cluster Abell 370: ACS teleskop Hubble telah menjelajah

sejauh 5 juta tahun cahaya untuk mengungkapkan sebuah detail rumit pada cluster galaksi ini.
Sumber: Unic77

Awal Kehidupan Manusia dari Mars ?

Posted in Space on November 9, 2009 by wong168

Ada teori yang menarik, berupa sebuah asumsi bahwa kehidupan manusia asalnya dari air mars yang membawa living organism canggih. Diperkirakan sejak awal di tata surya kita ada 2 planet sempurna yang mempunyai kehidupan.

http://z.about.com/d/urbanlegends/1/0/8/h/mars1_sm.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_PP6EYd-KlZk/SbvDtyIcKwI/AAAAAAAAACg/VrWhFoCx2AI/s320/Mars_water.jpg

Tetapi Mars mempunyai kelemahan yaitu instabilitas medan magnet bumi. Karena itu terjadilah Polar Shift theory, dimana medan kutub utara mars berputar ke kutub selatan, menyebabkan peluncuran partikel2 di dalam atmosphere untuk terbang ke luar angkasa, bisa dibilang kiamat Mars. Nah partikel2 ini menyerang bumi, dan sebagian dari partikel nya seperti air membawa living organism yang canggih dan berevolusi menjadi Manusia.

http://apod.nasa.gov/apod/image/0401/mars_spiritcolor_p4.jpg

Ini sekedar teori yang gua lihat di Discovery chanel, haha mengerikan. Theory tersebut juga dipake untuk menjelaskan mengapa geologi benua Amerika, terutama di California rada aneh. Dan kalo di lihat memang mirip. Di prediksi bahwa apa yg terjadi sama di daerah kering California, dimana seluruh partikel air kelempar keluar angkasa karena adanya tidak keseimbangan medan magnet bumi dengan atmosphere.

Sumber: Unic77

Foto Jepretan NASA

Posted in Space on November 9, 2009 by wong168

Sungai Brahmaputra, China:

 

UFO raksasa??? bukan, ini badai di Afrika:

 

Kota London, malam hari:

 

Badai gurun, Kazakhstan:

 

Arus bawah laut, Mexico:

 

Aurora:

 

Pencemaran lingkungan, China

 

Atoll Atafu, Laut Pasifik:

 

Ladang siapa ditengah gurun?!?!? California:

 

Badai raksasa, Atlantik Timur:

 

Sungai Arroyo Naposta, Argentina:

 

Kebakaran hutan, Australia:

 

Efek global warming, Patagonia Chile:

 

warna zamrud Laut Timor, INDONESIA:

 

Swiss Alps, Switzerland:

 

Proyek penebangan hutan, Bolivia:
Sumber: Unic77

Cahaya 13 Miliar Tahun

Posted in Space on November 9, 2009 by wong168

http://www.whatsnextnetwork.com/technology/media/gamma_rays_01.jpg
Para astronom berhasil menangkap cahaya dari bintang yang meledak 13 miliar tahun yang lalu, sesaat setelah kemunculan alam semesta.

Mereka menelusuri ledakan sinar gamma yang disebut GRB 090.423 untuk melihat cahaya dari bintang besar yang mati 630 juta tahun, saat Big Bang membentuk alam semesta, mereka melaporkan dalam jurnal Nature.

Dua tim yang berbeda berhasil mengukur redshift dari obyek yaitu sekitar 8,2. Redshift adalah distorsi cahaya sebagaimana ia bergerak dalam melintasi ruang dan waktu, seperti suara kereta api yang datang dan menghilang saat mendekat dan menjauh dari pendengarnya .

Pergeseran Redshift ekstrim merupakan yang tertinggi yang pernah dicatat dan menampilkan terjadinya alam semesta saat usianya berkurang 5 persen, Nial Tanvir dari Universitas Britain di Leicester dan rekan melaporkan.

“Redshift sesuai untuk GRB 090423 (sinar gamma) dan berarti bahwa ledakan yang terjadi pada saat alam semesta tercipta, sekitar sembilan kali dari yang terjadi pada 630 juta tahun lalu setelah Big Bang,” kata Bing Zhang dari Universitas Nevada.

“Ledakan sinar gamma adalah ledakan yang paling keras di alam semesta,” tambahnya.

Sumber: Unic77

Kembaran Matahari

Posted in Astronomi on November 9, 2009 by wong168

imagesAstronom Peru, Jorge Melendez dari Australian National University, dan Ivan Ramirez dari University of Texas di Austin, AS, telah menemukan “kembaran matahari” yang terbaik pada saat ini. Penemuan itu dicapai menggunakan teleskop 2.7 meter Harlan J. Smith di McDonald Observatory. Penemuan mereka menunjukkan bahwa komposisi kimia Matahari tidak seunik seperti yang dikira sebelumnya.

Bintang tersebut, HIP 56948, lebih mirip dengan Matahari daripada apapun juga yang pernah diketahui. Terletak sejauh 200 tahun cahaya di konstelasi Draco, bintang tersebut sekitar semiliar tahun lebih muda dibandingkan Matahari.
Sebelumnya, hanya tiga kembaran matahari yang telah diketahui, masing-masing adalah 18 Scorpii, HD 98618, dan HIP 100963. Namun, walaupun dalam beberapa hal memiliki kemiripan dengan matahari, ketiga bintang tersebut memiliki perbedaan mendasar pada kandungan lithiumnya yang jauh melebihi kandungan lithium pada Matahari. Kandungan lithium yang sangat sedikit pada Matahari sempat membuat para astronom beranggapan bahwa Matahari adalah bintang yang sangat unik diantara bintang-bintang lainnya.
Penemuan kembaran terbaru matahari ini mematahkan anggapan tersebut. HIP 56948 diketahui memiliki kandungan lithium yang sama rendah dengan Matahari. Studi ini juga mengungkap kembaran lain dari Matahari, HIP 73815, yang juga memiliki kandungan lithium yang sama rendah.
Pertanyaan mengenai keunikan pada Matahari berhubungan dengan apa yang dikenal sebagai “prinsip antropik” (anthropic principle), yang mempertanyakan mengenai apakah ada sesuatu yang khusus pada Matahari yang memungkinkan organisme hidup berkembang di tata surya kita. Penemuan ini tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan tersebut, namun hanya menunjukkan bahwa keunikan itu jelas bukan terletak pada komposisi kimianya.

Temuan Melendez dan Ramirez ini mendukung kebalikan dari prinsip antropik, yang disebut sebagai pandangan “Copernician”, bahwa adalah mungkin keberadaan organisme hidup dapat ditemui di mana saja di alam semesta. Keduanya menyarankan bahwa bintang seperti HIP 56948 dapat menjadi target yang bagus bagi para periset pada program SETI (Search for-Extra Terresterial Intelligence).
Bintang tersebut telah dipelajari oleh Planet Search Program di McDonald Observatory yang dipimpin oleh astronom Bill Cochran dari University of Texas. Cochran beserta timnya menemukan bahwa, seperti halnya Matahari kita, HIP 56948 tidak memiliki planet dari kelas “hot Jupiter” — planet bermassa besar, memiliki periode orbit yang pendek, dan mengedari bintang induknya dalam jarak sangat dekat. Planet sejenis ini diketahui sangat umum. Hingga kini telah ditemukan lebih dari 200 bintang yang memiliki satu atau lebih planet kelas hot Jupiter yang mengorbit.

matahari3Pencarian “kembaran matahari” ini dianggap penting, karena para astronom menggunakan Matahari sebagai patokan dalam berbagai studi. Namun demikian, mereka tidak dapat mempelajari Matahari dengan cara yang sama sebagaimana mereka mempelajari bintang yang jauh, karena jaraknya yang terlampau dekat, dan penampakannya yang terlalu terang.

Kembaran matahari yang ditemukan di McDonald akan sangat bermanfaat dalam berbagai bidang dalam astrofisika. Diantaranya, bintang tersebut dapat membantu para astronom yang mempelajari komposisi kimia dari bintang, sekaligus memvalidasi model teoretis dari interior serta evolusi bintang.

Sumber: BlogGue-Blog

Membelokkan Cahaya

Posted in Pengetahuan on November 9, 2009 by wong168

 

Coba nyalakan senter atau pemancar inframerah yang biasa Anda gunakan untuk presentasi, perhatikan berkas cahayanya. Selalu lurus bukan? Tentu saja, berkas cahaya secara alami memang memancar lurus.
Secara teori, berkas cahaya sebenarnya juga dapat dibelokkan. Misalnya, jika cahaya ditarik gaya gravitasi berkekuatan besar seperti lubang hitam yang dibentuk bintang mati. Peristiwa ini disebut efek lensa gravitasi. Untuk mengamatinya hanya dapat diprediksi secara teori atau pengukuran dengan teleskop inframerah.
Namun, para ilmuwan telah mengembangkan teknik agar berkas cahaya yang melengkung dapat dibuat di laboratorium. Bahkan, mereka dapat melakukannya tanpa membutuhkan gaya gravitasi yang sangat besar. Para peneliti dari Universitas Florida Tengah, AS itu hanya menggunakan layar kristal cair (LCD) biasa beresolusi 500.000 piksel. Setiap piksel layar tersebut diprogram agar dapat membelokkan berkas  cahaya.Dalam percobaan tersebut, berkas cahaya selebar 1,25 centimeter yang menembus cairan di LCD melengkung. Namun, lebar berkas cahaya menjadi hanya 1 milimeter pada jarak tempuh 35 centimeter. “Sangat mirip sebuah proyektil yang ditembakkan dari senapan,” ujar Demetrios Christodoulides, salah satu peneliti yang melaporkan temuannya dalam jurnal Physical Review Letters. Layar tersebut mungkin menyebabkan berkas cahaya saling berinterferensi sehingga komponen yang paling terang menyatu, meninggalkan komponen cahaya lainnya.
Demetrios yakin terobosan ini dapat digunakan untuk aplikasi yang sangat banyak. Mislanya, untuk meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi, mikroskop yang lebih canggih, atau lidar (light detecting and ranging) yang digunakan dalam radar cuaca.
Sumber: BlogGue-Blog

Strawberry Raksasa

Posted in Lain Lain on November 9, 2009 by wong168
strawberry
Strawberry raksasa atau buah arbei ini yang besarnya hampir segede buah kedondong ini dibadrol dengan harga 5 juta rupiah satu bijinya. Harganya hampir sama dengan harga Handphone BlackBerry yang lagi laris manis di Indonesia.  Bedanya yang ini berry benaran, manis bisa dimakan sementara blackberry yang di Indonesia cuma bisa dipencet-pencet buat kirim email dan gaya.

Strawberry yang diproduksi di propinsi Gifu, Kota Haneshima, Jepang diberi nama “Bijin Hime” yang kalau di Indonesiakan artinya Putri Cantik. Strawberry Putri Cantik ini satu biji beratnya lebih dari 80 gram dan perlu waktu 30 tahun penelitian untuk bisa membuat strawberry raksasa ini.
Karena baru masa percobaan, strawberry ini baru akan dijual tahun depan bulan Januari sampai Maret sebanyak 500 pak (satu paknya 4 sampai 5 biji).

Sumber: BlogGue-Blog

Tanaman Penggempur Kanker

Posted in Kesehatan on November 9, 2009 by wong168

Tanaman pertama adalah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa).
Tanaman ini tumbuh subur pada ketinggian 10 – 1.200 meter dari permukaan laut.Buahnya bulat dan berwarna merah tua jika matang.
Bagian tanaman yang dapat digunakan untuk obat adalah batang, daun, buah dan cangkang buah. Biji sangat beracun sehingga hanya digunakan sebagai obat luar. Adapun zat yang dikandung adalah :
Alkaloid, senyawa organic berfungsi sebagai detoksifikasi, menetralisir racun-racun di dalam tubuh.
Saponin merupakan fitonutrien. Senyawa ini bersifat antibakteri dan antivirus. Juga meningkatkan sIstem kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan, mengurangi kadar gula darah, mengurangi penggumpalan darah.
Flavonoid berindikasi antiperadangan dan mencegah pertumbuhan kanker.

Tanaman kedua adalah buah merah Papua (Pandanus Conoideus). Tanaman ini tumbuh di dataran tinggi Papua. Baru populer setelah diteliti oleh Drs. I Made Budi MSc yang mengamati kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa kawasan pegunungan Jayawijaya yang mengonsumsi buah merah sebagai obat cacing, penyakit kebutaan, dan penyakit kulit.
Selain itu pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina tinggi, padahal hidup sehari-hari secara asli tradisional yg serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yg keras serta terkadang bercuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan. Keistimewaan fisik penduduk lain yakni jarang yg terkena penyakit degeneratif seperti; hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker.
Dari hasil penelitian terhadap kandungan komposisi gizinya, ditemukan bahwa sari buah merah itu banyak mengandung antioksidan (kandungan rata-rata):
- Karoten (12.000 ppm)
- Betakaroten (700 ppm)
- Tokoferol (11.000 ppm)

Disamping beberapa zat lain yang meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain :
asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, Omega 3 dan Omega 9, yg semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.
Tanaman ketiga adalah Sarang Semut (Myrmecodia pendans) Tanaman ini secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun. Berdasarkan hasil penelitian modern didapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, fenolik dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker.
Dr. M. Ahkan Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut itu adalah flavonoid, tanin, dan poliefenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.
Selain senyawa aktif di atas dalam Sarang Semut juga ditemukan kandungan bermanfaat lainnya, seperti tokoferol, magnesium, kalsium, besi, fosfor, natrium, dan seng. Berikut adalah keterangan singkat dari beberapa senyawa aktif bermanfaat yang terkandung dalam Sarang Semut:
* Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik. Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap bahwa flavonoid tidak saja berguna untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker. Dan sebagai anti virus, fungsi flavonoid telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk melemahkan virus HIV /AIDS dan virus herpes. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa flavonoid dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain, seperi asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan perionditis (radang, jaringan ikat penyangga akar gigi).
* Tanin merupakan astrigen yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih dalam tubuh. Dalam bidang pengobatan tanin digunakan untuk mengobati diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Karena itu kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan zat ini.
* Polifenol banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran serta biji-bijian. Rata-rata manusia bisa mengonsumsi polifenol dalam seharinya sampai 23 mg. Khasiat dari polifenol adalah anti mikroba dan menurunkan kadar gula darah. Asam fenolik merupakan kelas dari antioksidan atau senyawa yang menghilangkan radikal bebas, yang dapat menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan perubahan pada DNA yang dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain.
* Tokoferol, penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.
* Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuseluler. Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari Sarang Semut , misalnya, khasiat dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan peredaran darah, mengobati migren, gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.
* Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, implus saraf, dan pembekuan darah.
* Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transport oksigen, aktivor enzim.
* Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi.
* Natrium memilki peranan dalam keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan implus saraf, dan keseimbangan asam-basa.
* Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka.

Dimana letak keunikan Sarang Semut ?
Keunikan Sarang Semut terletak pada interaksi semut yang bersarang pada umbi yang terdapat lorong-lorong didalamnya. Kestabilan suhu di dalamnya membuat koloni semut betah berlama-lama bersarang di dalam tanaman ini. Dalam jangka waktu yang lama terjadilah reaksi kimiawi secara alami antara senyawa yang dikeluarkan semut dengan zat yang terkandung di dalam Sarang Semut, perpaduan inilah yang diduga membuat Sarang Semut ampuh mengatasi berbagai penyakit.
Saat ini pengguna Sarang Semut sebagai obat tidak terbatas di Indonesia saja namun juga di luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat.

Sumber: InfoSehat09HartonoPrasetyo