Jenis Jahitan pada Luka

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168

Pada penanganan luka robek atau luka iris yang memerlukan penjahitan, dapat digunakan jenis-jenis jahitan, yang disesuaikan dengan kedalaman luka, bentuk luka dan lokasi luka serta untuk alasan estetika. Jika luka telah diyakini bersih dan tidak terkontaminasi, serta kurang dari 8 jam, maka dapat dilakukan penjahitan primer pada luka untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Namun jika luka terkontamminasi berat atau tidak berbatas tegas dan terdapat skin lose, lebih baik luka dibiarkan sembuh per secundam atau per tertiam.

Terdapat beberapa jenis jahitan primer yang dapat dilakukan, diantaranya yaitu:

Jahitan kulit

Jahitan interrupted
* Jahitan simple interrupted atau jahitan satu-satu, jenis jahitan ini paling banyak digunakan karena cukup mudah dikerjakan. Jarak antar jahitan sebaiknya 5-7mm dan batas jahitang dari tepi jahitan sebaiknya 1-2 mm.
* Jahitan matras
Jahitan matras vertikal, jahitan ini digunakan jika eversi tepi luka tidak dapat dicapai dengan jahitan satu-satu
Jahitan matras horizontal, digunakan untuk menautkan fasia dan aponeurosi. Jahitan ini tidak boleh dilakukan untuk menjahit lemak, karena kulit diatasnya akan bergelombang

Jahitan continous
*Jahitan running suture, atau jahitan jelujur. Jahitan ini lebih cepat pengerjaannya, lebih kuat dan pembagian tekanannya lebih rata jika dibandingkan dengan jahitan satu-satu. Namun jika satu benang rapuh atau terlepas, maka seluruh jahhitan akan terbuka. Jahitan jenis ini tidak dapat digunakan pada luka terinfeksi, karena dapat menghambat pengeluaran pus atau darah
*Jahitan interlocking
*Jahitan kantung tembakau

Jahitan dengan stepler

Jahitan subkutis
*Jahitan continous yaitu dengan jahitan terusan subkutikuler atau intradermal. Jahitan ini digunakan jika ingin menghasilkan hasil kosmetika yang baik setelah sembuh.
*Jahitan interrupted dermal stitch

Jahitan dalam, jahitan ini dilakukan pada luka terinfeksi misalnya pada insisi abses, atau dipasang dren.

Sumber: http://klinikkesehatan.com/jenis-jenis-jahitan-pada-luka.htm

Jenis Insektisida Hidup

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168

Upaya pengendalian vektor untuk memutus siklus hidup nyamuk, sehingga mengurangi kontak antara manusia dengan vektor. Hanya, berbagai upaya tersebut perlu diikuti dengan cara-cara yang ramah lingkungan. Seperti telah dikemukakan salah satu cara yang lebih ramah lingkungan adalah memanfaatkan tanaman antinyamuk (insektisida hidup pengusir nyamuk). Tanaman hidup pengusir nyamuk adalah jenis tanaman yang dalam kondisi hidup mampu menghalau nyamuk. Artinya tanaman ini tidak perlu diolah terlebih dulu.

Kemampuan jenis tanaman ini sebagai pengusir nyamuk bisa dianggap istimewa. Penyebabnya adalah bau menyengat yang keluar dari tanaman ini. Bau menyengat inilah yang diduga tidak disukai serangga. Penggunaan tanaman ini cukup mudah, yaitu cukup diletakkan di dalam ruangan atau ditanam di pekarangan rumah. Berikut ini beberapa insektisida hidup pengusir nyamuk yang dapat kita gunakan.

* Akar wangi (Vertiver zizanoides).

Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan ekstrak akar wangi terbukti efektif untuk mengendalikan nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus. Uji toksitas yang dilakukan menunjukkan, ekstrak akar wangi dengan konsentrasi 0,20%, dan 0,25% mampu membunuh larva nyamuk Aedes aegypti kurang lebih dalam waktu dua jam.

* Suren (Toona sureni, Merr).

Tanaman dari keluarga Meliaceae ini termasuk tanaman tahunan yang berbentuk pohon. Tinggi tanaman bisa mencapai 20 m dan pertumbuhannya tergolong cepat. Suren tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 2.000 m dpl. Tanaman ini dapat diperbanyak secara generatif yaitu melalui biji. Daun dan kulit kayunya beraroma cukup tajam. Secara tradisional, petani menggunakan daun suren untuk menghalau hama serangga tanaman. Pohon suren berperan sebagai pengusir serangga (repellant) dan dapat digunakan dalam keadaan hidup.

Berdasarkan penelitian, suren memiliki kandungan bahan surenon, surenin dan surenolakton yang berperan sebagai penghambat pertumbuhan, insektisida dan antifeedant (menghambat daya makan) terhadap larva serangga uji ulat sutera. Bahan-bahan tersebut juga terbukti merupakan repellant (pengusir atau penolak) serangga, termasuk nyamuk.

Cara penempatan tanaman ini bisa diletakkan di sudut-sudut ruangan dalam rumah, sebagai media untuk mengusir nyamuk. Jumlah tanaman dalam ruangan tergantung luas ruangan. Sementara untuk penempatan di luar rumah/pekarangan sebaiknya diletakkan dekat pintu, jendela atau lubang udara lainnya, sehingga aroma tanaman terbawa angin masuk ke dalam ruangan.

* Zodia (Evodia suaveolens, Scheff).

Tanaman perdu ini berasal dari keluarga Rutacea. Tinggi tanaman 0,3 – 2 meter dan panjang daun dewasa 20 – 30 cm. Bentuk zodia cukup menarik sehingga banyak digunakan sebagai tanaman hias. Zodia berasal dari Papua, namun saat ini sudah banyak tumbuh di Pulau Jawa. Tanaman ini tumbuh baik di ketinggian 400 – 1.000 m dpl. Perkembangbiakannya sangat mudah yaitu dengan menggunakan biji.

Di daerah asalnya Papua, masyarakat di sana sudah lama menggunakan tanaman ini untuk penghalau serangga, khususnya nyamuk. Zodia memiliki kandungan evodiamine dan rutaecarpine, sehingga menghasilkan aroma yang cukup tajam yang tidak disukai serangga. Selain itu, daun zodia terasa pahit, bisa digunakan sebagai obat tradisional, antara lain untuk menambah stamina tubuh, sementara rebusan kulit batangnya bermanfaat sebagai pereda demam malaria.

Kenapa nyamuk takut pada zodia? Tanaman zodia mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46 persen dan apinene 13,26 persen. Nah, linalool inilah yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Penelitian menyatakan daun zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70 persen. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganya pun dapat dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin.

Zodia akan mengeluarkan aroma bila daun-daunnya saling menggosok. Letakkan tanaman di sekitar tempat angin masuk dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiup dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun akan keluar. Namun demikian, kita tetap harus waspada. Seandainya tanaman zodia diletakkan di ruangan yang sempit dan sedikit sirkulasi udara, bisa-bisa orang yang ada di dalamnya pun pusing atau mabuk.

Lazimnya, tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant).Namun, baik juga bisa langsung ditanam di halaman rumah. Bahkan, bisa memberikan kesejukan tersendiri.Tinggi tanaman bila dibiarkan bebas di lapangan bisa mencapai 200 cm. Daunnya sangat cantik, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan mata yang memandang.

Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya, fase pertumbuhan membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung kena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin.

* Geranium (Geranium homeanum, Turez).

Tanaman ini merupakan keluarga Geraniaceae, tanaman perdu ini tingginya 20 – 60 cm. Sebagai tanaman perdu, umur tanaman ini cukup panjang karena mampu bertahan hidup 3 – 5 tahun. Karena penampilannya yang indah, geranium sering dijadikan tanaman hias yang ditanam dalam pot dan diletakkan di halaman atau dalam rumah. Selain penampilan yang indah, tanaman ini mengeluarkan aroma yang cukup harum. Namun, aroma tersebut tidak disukai serangga. Daun geranium berjumlah tunggal, berwarna hijau, berbulu, berbau harum, tepi bergerigi dan ujungnya tumpul. Batangnya berkayu, berbulu, ketika masih muda berwarna hijau, tetapi setelah tua berwarna kecoklatan.

Perkembangbiakan tanaman ini dengan cara stek batang. Geranium memiliki akar tunggang. Caranya, dengan mematahkan batang yang masih muda lalu menancapkannya ke tanah. Geranium memiliki kandungan geraniol dan sitronelol yang merupakan bahan yang berbau menyengat dan harum, sehingga sering digunakan sebagai bahan untuk membuat sabun mandi. Bahan tersebut bersifat antiseptik dan tidak disukai nyamuk. Kalau zodia lebih banyak ditanam di dalam pot, maka geranium lazim ditanam outdoor, meskipun cara penggunaannya sama, yakni dengan menggoyang-goyang helaian daun, atau tertiup oleh angin maupun kipas angin, lalu keluar bau wangi yang khas (agak langu). Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni zat citronella.Nah, citronella inilah yang mampu mengusir nyamuk.

Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) tumbuh merumpun, banyak anakan. Daunnya hijau, berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daun bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan. Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Cirosa queen of lemon, dan Citrosa lady diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan dikawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di seputar sawah dan digunakan oleh orang-orang kampung. Daunnya diambil lalu diselipkan di antara pakaian dalam almari.Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma khas. Sekarang, tanaman ini kembali diburu orang, terlebih di zaman dimana pola hidup “kembali ke alam” makin ngetren.

* Selasih (Ocimum spp).

Tanaman perdu ini dari keluarga Labiatae. Tanaman ini sangat banyak variasinya dan sering berubah-ubah penampilan, khususnya warna daun jika ditanam di lingkungan yang berbeda-beda. Selasih tumbuh di daerah dengan ketinggian 1 – 1.100 m dpl. Tempat favoritnya adalah daerah yang teduh dan lembab.Perkembangbiakan selasih adalah dari bijinya. Daya adaptasi tanaman ini dengan lingkungan cukup baik, sehingga mudah tumbuh di hampir semua tempat.

Selasih mengandung eugenol, linalool dan geraniol yang dikenal sebagai zat penolak serangga, sehingga zat-zat tersebut juga berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Bau daun selasih tercium sangat tajam, bahkan jika tercium agak lama atau disimpan dalam ruangan dapat mengakibatkan rasa mual dan pening. Komponen-komponen utama selasih yang bersifat volatil (menguap) menyebabkan nyamuk enggan mendekati tanaman ini. Biji selasih bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, membantu pencernaan, mengobati kram usus dan melancarkan buang air besar.

* Lavender (Lavandula latifolia,Chaix).

Tanaman yang merupakan keluarga Lamiaceae ini berbentuk seperti semak atau pohon kecil. Daunnya bertulang sejajar, memiliki bunga kecil berwarna ungu kebiruan yang tumbuh di ujung cabang. Aroma bunga tersebut sangat harum mirip kamper, yang tidak disukai serangga. Lavender tumbuh baik di ketinggian 500 – 1.300 m dpl. Semakin tinggi tempat tumbuhnya, semakin baik kualitas minyaknya.

Lavender selain bisa digunakan langsung untuk pengusir nyamuk, bunganya juga menghasilkan minyak yang digunakan sebagai bahan penolak serangga (repellant dan antifeedant), bahkan termasuk bahan yang sering digunakan sebagai lotion antinyamuk. Komposisi utama dalam minyak lavender adalah linalool asetat. Tanaman ini dapat diperbanyak secara stek batang dan biji.

Penampilan bunga lavender memang amat menarik. Bunganya berwarna ungu kecil-kecil. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi. Bunga ini sering digosok-gosok ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk.Perbanyakan tanaman lavender (Lavandula angustifolia) biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat disemaikan. Bila sudah tumbuh, dipindahkan ke polybag. Ketika tingginya mencapai 15 – 20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau ditanam di halaman rumah.

Keberadaan tanaman lavender mengundang para penyuling minyak atsiri untuk menyuling bunganya. Minyak lavender memang sering dipakai sebagai aromaterapi. Bahkan, di beberapa rumah, minyak lavender ini ditempatkan di ruang tamu.

* Serai Wangi (Cymbopogon nardus)

Selama ini, serai wangi dipakai untuk bumbu masak dan bahan pencampur jamu. Namun, ternyata serai wangi – terutama batang dan daun – bisa pula dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk. Pasalnya tanaman serai wangi ini mengandung zat-zat seperti geraniol, metilheptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama adalah sitronelal. Zat sitronelal ini memiliki sifat racun kontak. Sebagai racun kontak, ia dapat menyebabkan kematian akibat kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuh nyamuk kekurangan cairan.

Secara sederhana kita dapat membuat ekstrak serai wangi. Caranya, sediakan 1 kg daun dan batang serai wangi, lalu cuci dan tiriskan sampai kering. Masukkan dalam blender, lalu haluskan. Masukkan hasil blenderan ke dalam 250 ml air, lantas rendam selama semalam. Setelah itu, saring dan masukkan ke dalam botol, lalu encerkan dengan aquades. Untuk menggunakannya, tuangkan ekstrak serai wangi ke dalam alat penyemprot, lalu semprotkan ke tempat di mana nyamuk-nyamuk bersembunyi.

Tanaman serai wangi tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50 – 100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1,5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.

Perbanyakan dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Poting sebagian daun stek atau kurangi hingga 3 – 5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan tinggalkan sekitar 2,5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah.

Sumber: http://anekaplanta.wordpress.com/2009/01/27/jenis-jenis-insektisida-hidup/

Jenis Pestisida

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168

 

  • Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Insektisida juga digunakan untuk memberantas serangga di rumah, perkantoran atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh : basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, diazinon,dll.
  • Fungisida adalah pestisida untuk memberantas/mencegah pertumbuhan jamur/ cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun. Contoh : tembaga oksiklorida, tembaga (I) oksida, carbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.
  • Bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Salahsatu contoh bakterisida adalah tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang meyerang tanaman jeruk. Umumnya bakteri yang telah menyerang suatu tanaman sukar diberantas. Pemberian obat biasanya segera diberikan kepada tanaman lainnya yang masih sehat sesuai dengan dosis tertentu.
  • Rodentisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat seperti tikus. Lazimnya diberikan sebagai umpan yang sebelumnya dicampur dengan beras atau jagung. Hanya penggunaannya harus hati-hati, karena dapat mematikan juga hewan ternak yang memakannya. Contohnya : Warangan.
  • Nematisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa nematoda (cacing). Hama jenis ini biasanya menyerang bagian akar dan umbi tanaman. Nematisida biasanya digunakan pada perkebunan kopi atau lada. Nematisida bersifat dapat meracuni tanaman, jadi penggunaannya 3 minggu sebelum musim tanam. Selain memberantas nematoda, obat ini juga dapat memberantas serangga dan jamur. Dipasaran dikenal dengan nama DD, Vapam, dan Dazomet.

Kecoa, Semut dan Laba Laba

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168

Kecoa, semut, dan labah-labah merupakan mahluk hidup yang tidak asing lagi bagi kita, karena hidup berdampingan dengan manusia di sekitar permukiman. Sesungguhnya ketiga mahluk ini tidak diinginkan kehadirannya, karena ketiganya bisa memberikan reputasi buruk bagi pemukim. Keberadaan mahluk ini di rumah dapat mengganggu dan menyebarkan berbagai penyakit dan alergen, dan bila dijumpai di restoran dan hotel berbintang dapat menurunkan reputasi posisi mereka,

Bagaimana ketiga macam artropoda pengganggu tersebut menjalankan aktifitas kehidupannya, mulai dari kecil hingga dewasa, dan perilakunya di sekitar permukiman, berikut ini akan diuraikan. Mengenal perikehidupan suatu mahluk pengganggu merupakan hal yang sangat mendasar, apabila kita berupaya ingin menyingkirkan dan mengendalikan mahluk tersebut dari permukiman manusia.

1. Kecoa atau Lipas

Keberadaan kecoa atau lipas di muka bumi sejak 300 juta tahun yang lalu. Di dalam pengelompokkan makhluk hidup (taksonomi), dahulu lipas sering dikelompokkan dengan belalang dan cengkerik (Ordo Orthoptera). Akan tetapi sekarang lipas menjadi kelompok tersendiri yaitu Ordo Dictyoptera atau Blattaria.  Lipas diduga masih kerabat dengan rayap atau termites. Hidup kecoa selalu dikaitkan dengan sanitasi dalam kehidupan manusia, ternak dan hewan yang berdekatan dengan manusia (sinantropik),  

Jenis-jenis lipas yang paling banyak terdapat di lingkungan permukiman adalah Periplaneta americana(kecoa amerika) dan Blatella germanica (kecoa jerman). Selain itu masih banyak jenis-jenis lainnya, sepertiPeriplaneta australasiae (kecoa australia), P. brunnea (kecoa coklat), Neostylopyga rombifolia, Nauphoeta cinerea dan Symploce sp, meskipun keberadaannya jarang.

Struktur tubuh kecoa

Tubuh kecoa berbentuk oval atau lonjong (pipih dorsoventral) dan berukuran sekitar 1 – 5 cm (Gambar 1). Tubuhnya memiliki lapisan kulit luar (integumen) yang halus dan berwarna dari coklat muda sampai tua (gambir) atau kehitaman. Ia mempunyai tungkai (kaki) yang kokoh, sepasang antena yang panjang dan mulut dengan gigi geraham yang kuat. Sayapnya terdiri atas dua pasang, pasangan sayap kedua lebar dan kokoh,  sedangkan pasangan sayap pertama berfungsi sebagai pelingdung sayap dan disebut tegmina. Tegmina ini lebih kaku dan kuat dan dapat melindungi tubuhnya dari kekeringan.

Daur hidup dan perilaku Kecoa

Kehidupan kecoa berawal dari telur (Gambr 2). Telur tidak diletakkan satu persatu di alam tetapi sekumpulan telur  (12-40 butir) diletakkan secara teratur di dalam satu kantung yang disebut ooteka yang berbentuk seperti dompet atau kacang. Warnanya coklat sampai hitam kecoklatan. Ooteka ini diletakkan pada sudut  barang/perabotan yang gelap dan lembab.  Telur menetas menjadi nimfa dalam yang berwarna keputihan dan belum bersayap. Jumlah instar sangat spesifik untuk setiap jenis kecoa, jumlahnya bervariasi antara 6-13 instar tergantung pada jenis kecoa, suhu dan kelembaban lingkungan. Stadium nimfa  berlangsung 2-4 bulan pada jenis yang kecil (seperti B. germanica), dan satu hingga beberapa tahun pada yang besar (seperti P. americana). Kecoa dewasa berumur beberapa bulan, bahkan sampai dengan dua tahun tergantung jenis kecoa.

Kecoa berkembang dengan baik di dalam atau di lingkungan gedung dan tempat lainnya yang didalamnya tersedia bahan makanan dan terlindung. Dapur komersil seringkali bisa mendukung ratusan bahkan ribuan lipas dalam berbagai stadium tinggal dengan nyaman. Kecoa bisa pindah dari satu tempat ke yang lain dalam bentuk individu hidup atau kantung telur yang menempel pada berbagai objek seperti kardus bahan makanan, tas/koper, furnitur, bus, kereta api, kapal laut dan pesawat.

Beberapa perilaku kecoa yang perlu menjadi bahan pertimbangan adalah kebiasaannya yang omnivor (pemakan segala) dan aktif nokturnal. Apabila melihat ada yang aktif siang hari, itu menunjukkan sudah overpopulasi. Lipas mempunyai sifat thigmotactic, yaitu istirahat di dalam celah-celah dinding dalam waktu lama (tiga perempat hari). Lipas dewasa dan pradewasa seringkali istirahat dalam bentuk kelompok yang besar bersama-sama di celah yang sempit.

2. Semut

Semut termasuk famili Formicidae, ordo Hymenoptera, yaitu kelompok serangga yang anggotanya selain semut adalah tawon dan lebah. Semut adalah serangga sosial yang hidupnya dalam sarang yang lebih kurang bersifat permanen. Ukuran koloni sangat bervariasi dan kebanyakan lokasinya di dalam tanah, kayu, dan diantara batu-batuan. Perilaku makannya berbeda-beda, ada yang predator, bangkai, cairan tanaman, atau secara umum yang mengandung gula, atau pemakan segala (omnivora). Semut adalah serangga yang sangat familiar di sekitar lingkungan kita tinggal. Semut bisa dilihat di dinding bangunan, dapur, rumput lapangan atau di kebun, kayu yang membusuk atau batu-batuan. Sebagai kelompok, maka semut tergolong serangga yang paling sukses.

Selain sebagai pengganggu (nuisance) di dalam dan di sekitar gedung, semut juga berpotensi menularkan penyakit pada manusia dan hewan.

Stuktur Tubuh Semut

Secara khas, semut mempunyai tiga bagian tubuh yang jelas, yaitu kepala, toraks dan abdomen (Gambar 3 dan 5). Umumnya, ruas abdomen pertama atau dua ruas abdomen depan (yang berhubungan dengan toraks) lebih kecil dari pada yang lainnya sehingga tampak seperti pinggang. Ruas abdomen basal yang kecil ini disebut pedisel atau petiol, biasanya mempunyai satu atau dua tonjolan yang disebut node, sedang ruas bagian belakangnya disebut gaster. Kepalanya terdapat sepasang mata majemuk, sepasang antena yang membentuk siku (elbowed) dan kadang-kadang mempunyai oseli. Sayapnya (bila ada) bening (membranus), dan sayap depan lebih luas dan panjang dari pada sayap belakang.

Daur Hidup Semut

Individu semut mengalami metamorfosis sempurna dalam perkembangannya. Telurnya sangat kecil dan berwarna putih seperti susu.Larva yang baru menetas berwarna putih seperti ulat dengan kepala menyempit ke arah depan. Larva pertama kali ini diberi makan oleh yang dewasa, larva generasi berikutnya diberi makan oleh pekerja. Setelah cukup makan dan beberapa kali molting (menyilih) akan berubah menjadi pupa. Pupa bentuknya seperti dewasa tetapi lebih lunak, berwarna putih krem, dan tidak aktif. Beberapa spesies, pupanya terselubung oleh kokon sutera.  Dewasa akan muncul dalam beberapa jam atau hari dan akan mengalami proses pengerasan dan penggelapan kutikula. Perkembangan dari stadium telur sampai menjadi dewasa berkisar 6 minggu lebih, tergantung spesies, tersedianya makanan, suhu, musim dan faktor lain.

Sebagai serangga sosial, semut hidup di dalam koloni yang terdiri atas banyak individu, dari jumlah ratusan hingga ribuan. Biasanya setiap koloni terdiri atas kelompok pekerja, pradewasa (larva dan pupa), ratu dan jantan. Tugas dan fungsi setiap individu ditentukan oleh sistem kasta  yang secara umum terdiri atas individu reproduktif (ratu) dan nonreproduktif (pekerja) seperti berikut ini:

  1. Jantan. Semut dewasa bersayap. Tugas utamanya adalah untuk kawin dengan yang betina. Proses kawin terjadi di dalam sarang (di tanah), atau bahkan di udara (swarming).
  2. Betina (Ratu). Kasta ini mempunyai tubuh yang paling besar. Betina ini memulai hidupnya sebagai serangga bersayap, tetapi sayap segera dijatuhkan setelah kawin. Secara normal betina kawin hanya sekali, dan dia akan memulai merawat keturunannya. Beberapa spesies hanya mempunyai satu betina reproduktif (ratu), sedangkan lainnya bisa banyak. Biasanya betina bisa hidup lebih dari 15 tahun.
  3. Pekerja. Kasta ini terdiri atas betina steril tanpa sayap. Kelompok ini mempunyai anggota terbanyak. Tugasnya merawat dan membuat sarang, memberi makan larva dan kasta lain, merawat telur, mempertahankan koloni dari musuh dan lain-lain. Beberapa spesies mempunyai bentuk pekerja yang berbeda-beda. Pekerja besar dengan kepala yang berkembang baik seringkali disebut prajurit. Pekerja kebanyakan hidup tidak lebih dari satu tahun.

Berbagai jenis semut yang penting dan berada disekitar kita antara lain adalah semut pharaoh Monomorium pharaonis, semut pencuri  (Solenopsis molesta) , semut api (Solenopsis invicta), semut gila (Paratrechina longicornis), semut bau (Tapinoma sessile, T. melanocephalum, T. indica,) .

3. Labah-labah

Labah-labah bukan termasuk serangga tetapi kelas Arachnida, yaitu sekelompok dengan caplak, tungau, dan kalajengking. Laba-labah termasuk ke dalam ordo Araneae. Semua labah-labah kecuali kelompok famili Symphytognathidae dan Uloboridae, mempunyai kelenjar venom yang digunakan untuk menundukkan mangsa. Ketika terancam, labah-labah seringkali melindungi dirinya dengan mengigit, dengan cara demikian ia  mengeluarkan toksin ke kulit vertebrata. Pada kebanyakan kasus, venom menimbulkan reaksi lokal yang ringan dan tidak memerlukan perawatan medis. Labah-labah lainnya mempunyai potensi meracuni yang lebih hebat dan dapat menimbulkan reaksi serius pada korban atau kematian. Labah-labah kelompok ini di seluruh dunia hanya sekitar hanya 60 jenis yang dianggap berbahaya secara medis bagi manusia. Kebanyakan ditemukan di daerah subtropis dan tropis, beberapa spesies di antaranya menyebar ke daerah beiklim sedang, terutama pada daerah iklim seperti di daerah Timur tengah

Percunan oleh labah-labah disebut araneisma, berasal dari Araneae, yaitu kelompok ordo pada Arachnida, tempat laba-laba tergolong. Araneisma akibat gigitan laba-laba tertentu seringkali disebutkan di belakang nama genusnya, sebagai contoh atraksisma oleh labah-labah Atrax sp,  cheiracanthisma olehCheiracanthium spp, latrodektisma oleh Latrodectus spp, phoneurtriisma oleh Phoneutria spp, dan tegenariisma oleh Tegenaria spp.

Labah-labah juga dapat membuat orang takut yang luar biasa, panik, atau histeria sehingga disebutarachnophobia, atau lebih spesifik disebut juga araneophobia.

Struktur Tubuh Labah-labah

 Tubuh labah-labah terbagi dalam dua bagian, yaitu sefalotorakas (prosoma) yang merupakan gabungan antara torakas dan kepala di bagian depan dan belakang adalah abdomen ( ophistosoma) (Gambar 5). Di daerah sefalotorak terdapat khelisera, pedipalpi, mata dan tungkai Khelisera merupakan sepasang organ yang digunakan untuk menaklukkan mangsa atau menggigit sebagi bentuk pertahanan kalau terancam. Pada beberapa kelompok labah-labah alat ini digunakan sebagai alat menggali (pada kelompok labah-labah penjerat), untuk mengangkut mangsa dan membawa kantung telur pada beberapa labah-labah lainnya. Setiap khelisera terdiri atas bagian dasar yang kuat (paturon) dan bagian gigi taring yang dapat bergerak (fang). Fang ini terletak di dalam celah dan akan bergerak saat berfugsi. Di dekat bagian ujung setiap fang terdapat lubang halus tempat keluarnya venom, yang berasal dari kelenjar venom di bagian dasar kelisera. Mulut laba-laba terletak tepat di belakang kelisera. Sebagian besar laba-laba mempunyai 8 mata terletak di bagian depan sefalotoraks.

Mata labah-labah berupa mata sederhana (ocelli) biasanya jumlahnya tiga atau empat pasang mata terletak pada bagian atas sefalotoraks tersusun dalam dua baris. Susunan mata pada sefalotoraks di setiap spesies konstan. Susunan mata ini digunakan sebagai formula untuk membedakan beberapa famili dan genus. Sebagai contoh beberapa spesies Loxosceles mempunyai enam pasang mata sederhana. Sepasang pedipalpi pada laba-laba terdiri atas enam ruas, dan muncul persis di belakang mulut. Struktur ini sangat peka terhadap rangsangan dari luar. Pada labah-labah pradewasa dan betina dewasa, pedipalpi menyerupai tungkai, sedangkan pada yang jantan merupakan modifikasi alat kopulasi. Labah-labah jantan dapat dikenali oleh adanya pembesaran daerah ujung pedipalpi, dan umumnya berukuran lebih kecil daripada yang betina.

Bagian tungkai labah-labah terdiri atas empat pasang yang masing-masing mempunyai tujuh ruas yaitu koksa, trokhanter, femur, patela, tibia, metatarsus, dan tarsus. Labah-labah yang berjalan di atas tanah dan benda lain tanpa membangun jaringan  jebakan hanya mempunyai dua kuku tarsal pada masing-masing tungkai. Labah-labah pemburu mempunyai berkas rambut yang lebat (disebut skopulae) tepat di bawah kuku atau sepanjang bagian ventral tarsus dan metatarsus. Mereka ini membuat perlekatan fisik untuk memudahkan memanjat pada permukaan halus dan menangkap mangsa. Skopulae menonjol terutama pada Tarantula. Pada labah-labah pemintal mempunyai karakter tiga kuku tarsal. Kuku bagian tengah digunakan untuk memegang pintalan sutera yang tergantung. Cairan kelenjar sutera ini begitu keluar dari tabung pemintal dan terkontak udara, maka akan mengeras menjadi benang. Setiap labah-labah paling tidak membuat tiga macam benang untuk maksud yang berlain-lainan, seperti tali penarik tebal, jala halus, dan penutup-pelindung yang kuat. Benang ini elastis atau rekat dengan pola berupa tali jerat rumit. Bahkan dalam kopulasipun benang sutera memainkan peranan.

Di antara abdomen labah-labah terdapat pedisel yang sempit yang berhubungan dengan sefalotoraks. Pedisel ini membuat fleksibilitas gerakan anatara kedua bagian tubuh itu lebih baik. Abdomen pada labah-labah betina  membulat besar, kadang-kadang terlihat labah-labah muda menempel pada tubuh betina, atau dia menjaga kantung telur. Jantan bisanya tidak memintal benang, kecuali pada beberapa kasus selama proses perkawinan.

Di bagian ujung abdomen terdapat spineret, tempat dikeluarkannya sutera yang berasal dari kelenjar sutera melalui spigot-spigot kecil. Kebanyakan labah-labah mempunyai tiga pasang spineret, yang ukuran dan panjangnya bervariasi, serta sangat berguna dalam menentukan karakter-karakter taksonomi.

Daur Hidup Labah-labah

Setelah fertilisasi (pembuahan), labah-labah betina menghasilkan kantung telur, yang ukuran dan bentuknya berbeda-beda tergantung spesies. Kantung telur umumnya terdiri atas kumpulan benang sutera yang membungkus telur. Beberapa spesies meninggalkan kantung ini di dekat habitatnya atau di dalam galian. Telur menetas di dalam kantung, dan labah labah muda berganti kulit sekali sebulum muncul. Labah-labah muda ini disebut spiderling atau nimfa, dan sudah mencari makanan sendiri. Nimfa ini adalah bentuk miniatur labah-labah dewasa, yang mempunyai spineret dan kelenjar racun yang sudah berfungsi. Nimfa mengalami molting 2-12 kali sebagai juvenil, tergantung jenis laba-labah, sebelum mencapai dewasa kelamin. Labah-labah ini bisa memencar dengan mengembangkan benang-benang suteranya dan terbawa angin.

Daur hidup pada kebanyakan labah-labah pemintal benang adalah kurang dari 12 bulan, tetapi pada labah-labah penggali tanah  berekembang lebih lama dan tampaknya mempunyai daur hidup yang lebih lama (beberapa tahun).

Perkawinan labah-labah sangat menarik. Organ reproduksi pada yang jantan terletak di pedipalpi. Bila siap berkopulasi laba-laba jantan memintal jaring kecil dan menaruh setitik spermanya di situ atau di tanah atau beberapa tumpukan serasah. Setelah itu dia mengambil cairan tersebut dipindahkan ke dalam labu-labu kecil pada pedipalpinya. Setelah itu dia mengambil cairan tersebut dengan pedipalpi dan mencari betina,  serta menyalurkannya kepada spermateka betina. Setelah betina dibuahi, jantan seringkali ditangkap dan dimakan oleh yang betina.

Sumber: http://upikke.staff.ipb.ac.id/2010/05/25/mengenal-kecoa-semut-dan-labah-labah/

Tingkat Permukaan (Grit) Amplas

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168

Kertas gosok atau kertas pasir atau yang lebih dikenal dengan nama amplas memiliki tingkat permukaan atau grit yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan dan juga untuk keperluan apa amplas itu digunakan. Setiap amplas memiliki fungsi tersendiri, dari yang berfungsi untuk memperhalus permukaan, mengikis secara perlahan, bahkan ada yang berfungsi untuk membuat kasar suatu permukaan yang bertujuan untuk mempermudah perekatan benda lainnya seperti dalam pengecetan atau penyambungan.

Untuk mengakhiri sebuah proses penghalusan, biasanya digunakan amplas 1000. Perlu diketahui bahwa semakin besar nilai grit yang tercantum dalam sebuah keras amplas makin halus pula permukaan amplas tersebut, yang artinya digunakan dalam proses penghalusan terakhir.

Amplas 1000 grit memiliki permukaan yang super halus dan menjadi sentuhan terakhir dalam proses penghalusan, tetapi masih ada grit diatas 1000 yang merupakan amplas ultra halus. Biasanya amplas jenis ini selain untuk memperhalus permukaan benda-benda juga digunakan untuk menghilangkan lapisan teratas seperti cat lama sehingga siap untuk dilakukan pengecakan ulang.

Amplas 400 memiliki permukaan yang ekstra halus biasa digunakan dalam pengerjaan kayu sebelum dicat pertama kali. Menggunakan amplas dengan baik dan benar tentu juga menjadi faktor utama keberhasilan proses penghalusan, jika ada salah penggunanan grit yang tidak semestinya bahkan akan merusak permukaan benda yang ingin kita haluskan.

Amplas grit 80 Surabaya menyediakan amplas berbagai ukuran dan siap digunakan, jangan sampai salah pilih grit yang akan digunakan karena bisa merusak beda yang ingin kita haluskan. Tentu saja perlu di perhatikan juga bahan yang terkandung dalam pembuatan amplas, karena mengamplas menimbulkan gesekan yang akan menimbulkan panas yang cukup tinggi, tidak jarang ketika akan melakukan proses pengamplasan ditambahkan air sebagai pendingin.

Mengamplas memang memerlukan keterampilan karena jika tidak dilakukan dengan hati-hati, proses ini bisa memperburuk permukaan benda. Untuk itulah di perlukan kesabaran dikarenakan pengamplasan merupakan proses akhir yang akan menentukan baik buruknya benda tersebut jadinya.

Sumber: http://tokokebun.com/perabotan-rumah/tipe-tipe-amplas/

Jenis Amplas

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168

Siapa yang gak kenal benda bernama Amplas ini. Terkadang kita membutuhkan amplas untuk membersihkan kerak-kerak pada kendaraan, memperhalus permukaan kayu atau bodi kendaraan untuk dicat ulang dan kebutuhan lainnya. Amplas terbagi dalam 2 jenis yakni Amplas Besi dan Amplas Kayu. Untuk Amplas Kayu merupakan amplas dengan tipe kering, tidak boleh terkena air atau lembab, benar-benar harus kering. Sedangkan Amplas Besi bersifat lebih fleksibel karena bisa digunakan secara kering atau basah.

Bahan pembuat Amplas umumnya ada 2 jenis, yakni Amplas kayu terbuat dari pertikel batu granit, sedangkan Amplas besi menggunakan bahan dari silicon carbide.

Nah,cara membaca ukurannya pun berbeda untuk kedua jenis amplas tersebut, untuk mengetahui tingkat kehalusannya adalah sebagai berikut :

Amplas Besi

Pada kertas amplas disisi belakangnya tertera nomor, nomor tersebut berkisar dari angka 1 sampa 3000, untuk menandakan tingkat kehalusan amplas terebut adalah, angka 1 merupakan amplas kasar, dan amplas 3000 merupakan amplas super harus. semakin kecil nomor semakin kasar, begitu juga kebalikannya.

Namun pada realita di lapangan, jenis angka yang beredar biasanya dimulai dari angka 100 sampai 1000, akan sangat jarang sebuah toko mensuply stock amplas dengan tingkat kehalusan yang berurutan, biasanya sebuah toko bangunan atau toko cat akan memiliki stock amplas dengan kelipatan 100, 200, 300, 400, 600, 800, 1000, 1500 ini adalah contoh ukuran amplas besi yang banyak dijual dipasaran.

Amplas Kayu

Sedangkan untuk amplas kayu, cara membaca ukurannya tidak jauh berbeda. Tingkat kehalusan yang banyak dijual dipasaran untuk amplas kayu umumnya adalah 40, 60, 80, 100, 150, 220, 300, 400, dan 500. Ukuran amplas nomor 40 sangat kasar, dan ukuran amplas nomor 500 halus. Sedikit berbalik dengan Amplas besi.
Kenapa berbeda ukurannya? , karena partikel yang digunakan berbeda, sesuai dengan kegunaan dari amplas tersebut yaitu untuk menghaluskan kayu.

Realita yang kita temukan dilapangan terkadang sedikit berbeda, karena pabrikan amplas yang satu dengan yang lain memiliki komposisi bahan yang berbeda. So, pilihlah dengan tepat jenis dan ukuran Amplas anda.

Sumber: http://kasamago.wordpress.com/2011/11/15/selingan-jenis-jenis-ukuran-amplas/

Pewaris Tahta Kerajaan Inggris

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168

Pangeran William yang akan menikahi kekasihnya Kate Middleton Jumat sore nanti berada di urutan kedua garis pewaris tahta kerajaan Inggris.

Pewaris tahta diatur tidak hanya berdasarkan garis keturunan, tetapi juga undang-undang. Urutan pewaris takhta dirunut dari para anggota keluarga kerajaan di mana urutan mereka antri untuk meraih tahta.

Dasar urutan pewaris ditentukan dalam perkembangan konstitusi yang berpuncak pada “Bill of Rights” (1689) and “Act of Settlement” (1701).

Perlemen, dibawah “Bill of Rights” dan “Act of Settlement”, juga meletakkan berbagai kondisi yang harus dipenuhi penguasa.

Seorang penganut Katolik Roma secara khusus tak akan masuk urutan pewaris tahta, demikian pula penguasa yang menikahi seorang Katolik Roma atau anggota keluarga kerajaan yang menikahi seorang Katolik, harus menyerahkan hak atas tahtanya.

Sebagai tambahan, penguasa tahta mendapat sakramen komuni di Gereja Inggris dan harus berjanji menjaga kelangsungan Gereja Inggris dan Gereja Skotlandia. Pemegang tahta harus berjanji menjunjung tinggi urutan Protestan.

Ratu memutuskan anggota mana saja dari keluarga kerajaan yang diberi status anggota keluarga kerajaan dan juga dari waktu ke waktu, menerima urutan pewarisan yang didahulukan.

Anak-anak, cucu-cucu dan cucu buyut dari pemegang tahta, sebagaimana pasangan mereka, adalah anggota keluarga kerajaan. Sepupu pertama monarki juga dimasukkan dalam urutan pewaris tahta.

Urutan 20 Teratas Pewaris Takhta Kerajaan Inggris

1. The Prince of Wales (Pangeran Charles)
2. Prince William of Wales (Pangeran William)
3. Pangeran Harry
4. The Duke of York (Pangeran Andrew)
5. Princess Beatrice of York (Putri pertama Pangeran Andrew)
6. Princess Eugenie of York (Putri bungsu Pangeran Andrew)
7. The Earl of Wessex (Pangeran Edward)
8. Viscount Severn (Putra Pangeran Edward)
9. The Lady Louise Mountbatten-Windsor (Putri Pangeran Edward)
10. The Princess Royal (Putri Anne)
11. Mr. Peter Phillips (Anak lelaki dari Putri Anne)
12. Miss Zara Phillips (Anak perempuan dari Putri Anne)
13. Viscount Linley (Putra dari Putri Margareth)
14. The Hon. Charles Armstrong-Jones
15. The Hon. Margarita Armstrong-Jones
16. The Lady Sarah Chatto
17. Master Samuel Chatto
18. Master Arthur Chatto
19. The Duke of Gloucester
20. Earl of Ulster (*)

Sumber: http://forum.vivanews.com/internasional/106791-ini-dia-20-teratas-urutan-pewaris-tahta-kerajaan-inggris.html

Film 3D Pertama

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168

James Cameron mungkin telah membuat film dengan teknologi 3D yang sangat terkenal di abad 21. Tetapi, tampaknya Nazi sudah mendahului James Cameron dalam hal penerapan Teknologi 3D di dunia film. Philippe Mora, seorang sineas asal Australia mengatakan ia telah menemukan 2 bagian film 3D berdurasi 30 menit yg yang diproduksi oleh para propaganda untuk Third Reich pada tahun 1936, 16 tahun yang lalu, sebelum format 3D pertama menjadi populer di Amerika Serikat.
Pada bagian pertama film berjudul So Real You Can Touch It, menunjukkan gambar barbeque yang mendesis. Sedangkan bagian kedua di film ini menampilkan 6 wanita remaja yang diyakini Mora sebagai bintang film dari studio film perang Jerman, Universum Film.
“Kualitas film yang sangat fantastis” kata Mora di Variety.com. Para Nazi sangat terobsesi mereka setiap detail gambar dan mengeceknya satu persatu. Dan itu semua adalah bagian dari bagaimana mereka bisa menguasai negara dan rakyatnya.
Mora menemukan film ini ketika ia melakukan penelitian untuk sebuah film dokumenter baru berjudul “How the Third Reich was Recoreded.” Film ini membahas bagaimana cara Nazi menggunakan film sebagai alat propaganda untuk memanipulasi publik dan orang Jerman.
Mora percaya bahwa keberadaan film 35mm makin menegaskan bahwa Nazi Jerman punya pandangan lebih maju dari bangsa lain. Mereka membuat film tersebut disebuah stuido independen untuk propaganda pemerintahan Goebbels dan diberi judul ‘Raum Film’ atau ‘space film’. Namun tidak ada satu pun yang menyadari bahwa film-film tersebut adalah film 3D.
Mora yakin masih banyak Third Reich 3D Footage yang tersembunyi di Jerman atau di tempat lain. Pada tahun 1973, film Swastika mengeluarkan film berwarna pertama yang mengambil gambar sebuah rumah pribadi milik Hitler dan pasangannya Eva Braun di Obersalzberg di pegunungan Alpen Bavaria.

Sumber: http://serbaneka.com/2011/film-3d-pertama-di-tahun-1936/

Yang Mempengaruhi Hamil Kembar Selain Keturunan

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168
Faktor keturunan atau genetik sangat mempengaruhi terjadinya kehamilan bayi kembar. Tapi ternyata ada 4 faktor lain yang bisa mempengaruhi seseorang memiliki kehamilan kembar yang tak cuma dari garis keturunan.
Memiliki anak kembar memang menimbulkan perasaan senang tersendiri, karenanya tak jarang banyak perempuan yang ingin memiliki anak kembar.
Faktor keturunan memang hal yang utama karena gen ini bisa diwariskan ke turunan berikutnya. Meskipun hingga kini belum diketahui gen apa yang bisa menyebabkan seseorang mengalami hiperovulasi (ovulasi yang banyak).
Ilmuwan dan dokter telah mengidentifikasi aspek-aspek apa saja yang dapat memberikan kehamilan ganda pada seorang perempuan.
Dikutip dari Babycenter, Rabu (21/7/2010) ada 5 faktor yang bisa mempengaruhi hamil kembar di luar keturunan yaitu:
1. Usia ibu saat mengandung
Peluang hamil kembar berhubungan dengan usia, dan puncaknya pada usia 35 dan 39 tahun. Karena perempuan berusia di atas 35 tahun menghasilkan follicle stimulating hormone (FSH) yang lebih banyak dibandingkan dengan usia muda, dan perempuan dengan FSH tinggi bisa melepaskan lebih dari satu sel telur dalam sebuah siklus.
Namun kehamilan di usia ini juga meningkatkan risiko komplikasi seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi), terutama jika kehamilan tersebut adalah yang pertama.
2. Tinggi dan berat badan ibu
Perempuan yang memiliki tubuh tinggi dan agak gemuk cenderung lebih sering memiliki kehamilan kembar. Hal ini kemungkinan karena ukuran tubuhnya memadai untuk pertumbuhan lebih dari satu bayi.
3. Ras
Kehamilan kembar lebih umum terjadi pada orang yang memiliki ras Afrika Amerika dan lebih sedikit terjadi pada ras Hispanik dan Asia.
4. Pengaruh dari kehamilan sebelumnya
Perempuan yang pernah hamil sebelumnya, setidaknya sudah memiliki satu anak cenderung lebih mudah untuk memiliki anak kembar dibandingkan perempuan yang baru pertama kali hamil.
Karena biasanya rahim sudah agak merenggang dan tubuh perempuan cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan tambahan dari anak kembar.
5. Makanan yang dikonsumsi
Konsumsi kentang manis atau ubi-ubian yang berisi zat kimia tertentu dapat menginduksi hiperovulasi (ovulasi yang banyak). Selain itu sebuah studi menunjukkan perempuan yang teratur mengonsumsi susu bisa memberikan pengaruh terhadap kehamilan kembar.

Sumber: http://wisbenbae.blogspot.com/2012/01/5-faktor-pengaruhi-hamil-kembar-selain.html

Asal Usul Becak

Posted in Pengetahuan on Januari 28, 2012 by wong168
Asal-usul becak diyakini berawal dari kendaraan serupa yang pertama kali beroperasi di Jepang yaitu jinrikisha (人力車, 人 jin = manusia, 力 riki = daya atau tenaga, 車 sha = kendaraan) sekitar tahun 1868 saat restorasi Meiji. Kata “jinrikisha” mulai masuk dalam kamus Oxford English Dictionary tahun 1887.
Foto: Bangsawan wanita Jepang naik jinrikisha sesuai yang digambarkan
Arnoldus Montanus dalam bukunya tahun 1669
Siapakah yang diakui menjadi penemu kendaraan bertenaga manusia ini masih terdapat perbedaan pendapat.
Sumber pertama.
Jinrikisha (atau rickshaw: Cina) ditemukan oleh Albert Tolman, seorang pandai besi dari Amerika tahun 1848 di Worcester, Massachussets, untuk kepentingan pekerjaannya sebagai misionaris.
Sumber kedua.
Seorang misionaris Amerika di Jepang, Jonathan Scobie membuat rickshaw sekitar tahun 1869 sebagai alat transportasi bagi istrinya yang menyandang cacat.
Suatu saat dia berpikir bagaimana cara istrinya yang kakinya cacat bisa ikut berjalan-jalan? Tentu diperlukan sebuah kendaraan. Kendaraan itu, pikirnya, tidak usah ditarik kuda karena hanya untuk satu penumpang saja. Kemudian ia mulai menggambar kereta kecil tanpa atap di atas secarik kertas. Orang-orang Jepang yang melihat kendaraan pribadi ditarik manusia itu menamakannya jinrikisha. Penarik jinrikisha biasanya diberi upah tiap minggu. Lama-lama, jinrikisha menarik perhatian masyarakat Jepang, khususnya para bangsawan.
Foto: Japanese rickshaws 1897 
Sumber ketiga
Orang-orang Jepang percaya bahwa jinrikisha diciptakan oleh tiga orang: Izumi Yosuke, Suzuki Tokujiro, dan Takayama Kosuke pada tahun 1868, terinspirasi pada penggunaan kuda penarik kereta yang populer lebih dahulu. Sejak tahun 1870, pemerintah Jepang mengeluarkan ijin produksi serta penjualan jinrikisha bagi tiga penemu ini. Sejak 1872 ada sekitar 40.000 jinrikisha beroperasi di Tokyo (Powerhouse Museum, 2005; The Jinrikisha story, 1996).
Becak di Indonesia
Foto: Becak Siantar, Sumatera. Lazim dipanggil Bentor
Di Indonesia, kata “becak” kemungkinan besar diambil dari dialek Hokkien: be chia ”kereta kuda”. Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan:
* Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa.
* Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra seperti Bentor, dan lainnya.
Foto: Becak khas Yogyakarta.
Satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi melarang keberadaan becak adalah Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah “eksploitasi manusia atas manusia”. Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil.
Selain di Indonesia, becak juga masih dapat ditemukan di negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan Kuba. Di Singapura, becak kini hanyalah sebuah alat transportasi wisata saja.
Foto: Ricsha di pecinan, Los Angeles 1938
Foto: Cycle rickshaw di Beijing
Foto: Di Manila disebut trisikad
Foto: cycle taxi pedicab di London

Sumber: http://wisbenbae.blogspot.com/2012/01/asal-usul-becak.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.